Bebas Bekerja Tanpa Batas

papertalk: “Is Tomorrow the Paperless Day?” Action, Go green!, Green Campaign, Uncategorized, enviromental quotes, paperless generation

papertalk: “Is Tomorrow the Paperless Day?”

January 30, 2010  /  papertalk  /    0

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih berumur 3 tahun, saya memutuskan untuk menanam pohon yang dekat dari rumah aku dan ibu di Rembang, Jawa tengah. Itu adalah pengalaman hebat bersama ibu, menggali lubang dan menempatkan tanaman kecil saya telah membeli sebesar Rp5.000,00. Ibu saya menjelaskan kepadanya bahwa suatu hari tanaman itu akan tumbuh besar pohon yang indah.

Tahun berlalu, kami pindah jauh ke Bandung. Sekarang saya sudah besar bahkan sudah bisa menanam pohon lain sendiri. Saya tumbuh dewasa,saya bertambah besar. Saya memutuskan hari lain untuk mengunjungi pohon kami. Kita ingat persis di mana kita menanamnya. Dan … waw! sekarang rumah semakin banyak di sana, tapi sekarang ada sebuah pohon besar, pohon yang indah. Itu adalah kami! Itu adalah perasaan yang hebat untuk mengetahui, saya dan ibu pernah melakukan itu. Bahkan sekarang, dia masih ingat hari itu sebagai salah satu kenangan yang paling berharga.

Dan saya berpikir, bagaimana kalau setiap orang menanam pohon di masa hidup mereka?

Kita, sebagai bagian dari masyarakat modern ini, yang memakan semua sumber daya alam kita, kenapa tidak memberikan sesuatu kembali, atau setidaknya, memberikan istirahat alam? Jika kita menghabiskan lebih sedikit kertas, itu seperti menanam pohon.

Sekitar setengah dari kayu yang kita gunakan masuk ke dalam kertas seperti produk-produk seperti kardus-kardus, stasioner, cetakan komputer, serbet, dan majalah. Lebih dari 80 persen dari produk-produk ini terbuat dari pohon yang baru dipotong, bukan kertas daur ulang.

Komputer murah printer, misalnya, telah mendorong penggunaan kertas rumah. Berdasarkan suatu perkiraan, komputer pribadi pada awal 1990-an menyumbang 115 miliar lembar kertas per tahun di seluruh dunia. Pada tahun 2001, Hewlett-Packard memperkirakan bahwa printer laser di Amerika Utara sendiri yang mengaduk-aduk halaman 1,2 triliun per tahun!

Untuk menghasilkan kertas, kayu harus secara kimia dikonversi menjadi papan serat tebal yang dikenal sebagai Pulp. Sedangkan seperti yang kita ketahui bahwa sekarang, sektor industri kertas dalam 5 peringkat konsumsi energi di dunia dan mungkin salah satu konsumen air terbesar. Di Indonesia, industri kertas adalah berada di eringkat 3 penggunaan hutan. Coba lihat Sinar Mas (ssebuah perusahaan kertas) yang pernah didemo oleh Greenpeace, salah satu NGO internasional yang peduli masalah lingkungan.

Menggunakan bahan kimia sangat beracun yang mengandung klorin, senyawa amonium dan nitrogen, fosfat, sulfur oksida, dsb yang pada akhirnya akan dipancarkan di atmosfer lalu menyebabkan globalwarming. Anda dapat membayangkan efek negatifnya yang begitu luas pada lingkungan.

Jadi, cobalah menanam pohon, dan cobalah menjadi manusia baru yang paperless. Kita bisa kok membudayakan hidup tanpa kertas. Ada banyak barang alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kita hanya perlu sedikit kepedulian. Teman-teman kita di Stanford juga sudah mencoba hari paperless day. Begiu pula dengan teman-teman di TPS. Di luar sana, ada banyak pelajaran yang juga bermanfaat. Saya rasa, belajar di luar ruangan juga bagus.

Bagaimana? Kapan kita aka memulai paperless day? Siapkan amunisi! :)

Sumber gambar

papertalk: “Is Tomorrow the Paperless Day?”

COMMENTS

PINGBACKS

No Pingbacks

POST A COMMENT









 Follow this comment from email.

© 2010 papertalk. MAJALAHKU theme by icreativelabs.com