papertalk: “Ayo ‘Sekolah’ sama Mbah Gugel!”
January 30, 2010 / papertalk /Sekolah bukanlah sebuah kewajiban, tapi sekolah itu penting! Tapi yang lebih penting lagi adalah belajar. Jadi, masalahnya sekarang adalah: bagaimana belajar yang efektif? Bagaimana belajar yang tetap menjaga hak-hak lingkungan?
Aha! Kertas adalah salah satu stuff yang digunakan oleh masyarakat pendidikan. Sebagai sebuah institusi formal dan pelajaran yang serba formal, sekolah banyak sekali menghabiskan banyak kertas. Sedangkan kita semua tahu, bahwa penggunaan kertas yang terus meroket dewasa ini, mengancam pohon-pohon kita. Ada pun tawaran gratis dan futuristik dari mbah Gugel adalah salah satu solusi bagi penggunaan kertas.
Jadi?
Ada yang kenal dengan mbah Gugel? Google.com atau yang kerap dikenal akrab oleh masyarakat dengan sesebutan mbah Gugel, sudah menciptakan ’sekolahnya’ sendiri. Fasilitas-fasilitas gratis yang ditawarkan oleh mbah Gugel, jika kita kolaborasikan, maka akan berbentuk sebuah sekolah terbuka yang inspiratif dan menarik. Coba cek dan ricek cucu-cucu mbah Gugel berikut ini:
1. Google Map
mbah Gugel menawarkan peta yang dapat diseret dan gambar satelit untuk seluruh dunia dan baru-baru ini dan juga menawarkan perencana rute dan pencari letak-letak bisnis di U.S., Kanada, Jepang, Hong Kong, Cina, UK, Irlandia (hanya pusat kota) dan beberapa bagian Eropa. Pelajaran geografi pasti lebih asyik
2. Picasa
mbah Gugel memiliki album virtualnya sendiri. Kita bisa bertukar foto dengan teman-teman kita. Jika ada kegiatan penelitian dan berbagai hal penting, ada baiknya kita bertukar pengetahuan kepada teman-teman yang ada di sebrang. Atau.. apa salahnya kita berbagi foto-foto yang mengenai lingkungan terdekat kita yang mungkin sedang dalam keadaan susah, dan sebagainya.
3. Google Warta
Sebagai pelajar, kita juga tetap membutuhkan kabar-kabari. Keberadaan koran yang ternyata selama ini menyimpan masalah penggunaan kertas dan bentuknyayang cukup besar dan merepotkan, dapat kita ganti dengan keberadaan internet google warta dengan URL http://news.google.co.id/. Ada pun berita internasional, mbah Gugel juga mengeluarkan seri news.google.com
4. Google Translate
Bagaimana dengan kamus? Kamus adalah buku yang sangat tebal. Baiklah, pasti kamus juga boros kayu dan pohon. Mbah Gugel dengan segala kecerdasannya dan sikap segala tahu tentu punya alat-alat baru. Google translate saat ini telah menggantikan posisi beberapa jejer kamus dalam banyak bahasa. Tinggal ketik lalu klik, maka translator kita sudah beraksi. Tadaam!
5. Google Labs
Google labs adalah direktori mbah Gugel akan calon-calon cucu-cucuya yang lain. Fasilitas-fasilitas yang disebutkan di atas belum sepenuhnya bisa digunakan secara bebas. Tapi, akan segera lahir. Kita bisa mempelajari kamudahan-kemudahan apa lagi yang ditawarkan oleh mbah Gugel untuk membuat sekolah virtual kita sendiri. Kita belajar dari mbah Gugel.
Teknologi memang dibuat untuk mempermudah manusia. Bukan untuk memperbudak manusia. Dalam menyikapinya, kita harus siap EQ dan SQ serta IQ. Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa teknologi memperbudak manusia dan membuat manusia menjadi konsumtif serta apatis terhadap lingkungan, itu adalah kesalahan pola pikir atau sikap yang skeptic. Justru dengan teknologi, pekerjaan kita yang sebesar gajah dapat dimampatkan menjadi sebesar kacang, sehingga waktu kita untuk bermain, berinteraksi dan berbagi dengan orang lain akan menjadi semakin luas. Kita gunakan mereka untuk mempermudah diri kita supaya waktu kita lebih banyak untuk berbagi. Jangan salah mengartikanny menjadi sebuah kemewahan yang makin memanjakan. Selamatkan lingkungan dengan teknologi! Selamatkan kertas dengan komputer, selama komputer masih lebih efisien
Hidup mbah Gugel!
salaam-
Papertalk
AUTHOR
web
Independent local campaigning greener and paperless generation. Acting to change attitudes and behaviour to protect the environment, especially in paper usage. Because earth is waiting for a change!
BEST ARTICLES
Sorry. No data so far.
RELATED ARTICLES
COMMENTS
-
REPLY
teh tri / Jan 30 at 4:57pm
Keren! zaman teteh SMA mah blm ada Mbah Gugel teh..

Selaraskan kemajuan teknologi dengan kearifan hidup. (hehe.. teteh mode sok tewu.. )















