_Rimbawan fRom cYber oNe, . . ._

09/02/2010

Pengajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Sejak Dini

Filed under: pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 3:39 am

Memulai sesuatu yang luar biasa dari dini sehingga saat dewasa menjadi ahli. Mungkin kalimat tersebut memang cocok diberikan pada SDN Ibu Dewi 5 yang bertempat di Cianjur. Sekolah Dasar yang sudah beberapa kali memenangkan perlombaan adiwiyata mandala tingkat daerah dan provinsi tingkat sekolah dasar, bahkan pada bulan Maret 2010 akan mengikuti lomba adiwiyata mandala dan adipura tingkat nasional. Berbekal lingkungan sekolah yang asri dan hijau, juga warga sekolah yang melakukan rutinitas sehari – hari yang berkaitan dengan lingkungan, SDN Ibu Dewi 5 dapat dijadikan contoh nyata sekolah dasar peduli lingkungan hidup.

Berawal dari aksi peduli lingkungan yang digerakkan oleh tenaga pengajar SDN Ibu Dewi 5, sejak tahun 2007 SDN Ibu Dewi 5 mulai merubah pola sekolah menjadi sekolah yang ” Go Green “. ” Kami mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. ” ungkap Ibu Khadijah yang bengungkapkan bahwa SDN Ibu Dewi 5 telah mendapatkan akses ke badan LH ( AMDAL ) untuk mendukung kegiatan peduli lingkungan hidup tersebut. Setiap tahun pemerintah dan instansi terkait selalu memberikan bantuan untuk mendukung program lingkungan sehat SDN Ibu Dewi 5 ini.

Terdapat beberapa fasilitas yang mendukung kegiatan tersebut. Diantaranya terdapat galeri daur ulang, dapur kompos, kantin sehat, apotik hidup dan perpustakaan yang dilengkapi dengan miniatur bencana sebagai bagian dari aktifitas belajar di sekolah tersebut. Bahkan, pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH ) sudah menjadi salah satu pelajaran yang dimasukkan pada kurikulum sekolah.

” Rutinitas peduli lingkungan dilakukan setiap hari, tapi khusus pada hari sabtu seluruh warga sekolah bergerak untuk aktif dalam rutinitas peduli lingkungan ini, ” tambah Ibu Ati. Beliau menambahkan bahwa segala sesuatu yang ada di sekolah di usahakan terbuat dari bahan bekas yang dapat dimanfaatkan kembali. ” Serokan, penghapus bor, dan tempat sampah kami buat dari bahan bekas, ” ungkap Ibu Ati. Seluruh siswa SDN Ibu Dewi 5 selalu diberi pengarahan apa saja yang dapat mereka lakukan untuk menjaga lingkungan. Salah satunya pihak sekolah mengadakan tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik agar siswa dapat mengetahui jenis – jenis sampah. Siswa pun diajarkan bagaimana membuat kompos dari sampah manusia dan kompos cair meskipun belum dapat di suply ke luar. Tapi kompos tersebut dapat dimanfaatkan untuk sekolah tersebut.

” Kami harap sekolah – sekolah lain dapat mengikuti jejak kami. Meskipun awalnya banyak kendala, tapi jika dimulai dari dini maka semua yang kita ajarkan akan selalu mereka amalkan. ” tutup Ibu Khadijah.

19/01/2010

Es di Kutub Mencair.. Tanda – tanda Kiamatkah?????!!!! >o<

Filed under: pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 1:53 am

kutub 1Es di laut Kutub Utara telah menipis secara dramatis sejak 2004, dan es yang lebih tua serta lebih tebal pecah dan membuka jalan bagi es yang lebih muda dan lebih tipis, yang mencair pada musim panas di Bumi belahan utara, demikian laporan beberapa ilmuwan di lembaga antariksa AS, NASA.

Para peneliti selama bertahun-tahun telah mengetahui, es yang menutupi Laut Kutub Utara telah menyusut di satu daerah, tapi data baru satelit yang mengukur ketebalan es memperlihatkan volume es laut juga menyusut.

Itu penting karena es yang lebih tebal dan lebih ulet dapat bertahan dari musim panas ke musim panas berikutnya.

Tanpa lapisan es, perairan gelap Laut Kutub Utara lebih mudah menyerap panas sinar Matahari dan bukan memantulkannya sebagaimana terjadi pada es yang berwarna cerah, sehingga menambah kecepatan dampak pemanasan.

Melalui laporan yang dikirimkan pesawat antariksa ICESat, yang digunakan NASA, para ilmuwan menggambarkan, secara keseluruhan es Laut Kutub Utara menipis sebanyak 7 inci (17,78 centimeter) per tahun sejak 2004, sebanyak 2,2 kaki (0,67 meter) selama empat musim dingin. Temuan mereka dilaporkan di “Journal of Geophysical Research-Oceans”.

Seluruh daerah yang tertutup es yang lebih tua dan lebih tebal yang sintas setidaknya selama satu musim panas kini menyusut sebanyak 42 persen.

Di luar itu, data baru satelit memperlihatkan, bagian es tua yang keras menipis secara bersamaan dengan meningkatnya jumlah es muda yang rapuh, keterangan yang sulit dilihat dengan jelas dari data sebelumnya.

Pada 2003, sebesar 62 persen dari seluruh volume es di Kutub Utara tersimpan di dalam lapisan es selama bertahun-tahun dan 38 persen es musiman pada tahun pertama. Sampai tahun lalu, 68 persen adalah es tahun pertama dan 32 persen es tahun-tahun berikutnya yang lebih keras.kutub 3

Tim peneliti itu mengatakan, kelainan dan pemanasan global belakangan ini diduga di dalam sirkulasi es laut sebagai penyebabnya.

“Kita kehilangan lebih banyak es tua, dan itu penting,” kata Ron Kwok dari Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters.

“Pada dasarnya kami mengetahui berapa banyak daerah tersebut menyusut, tapi kami tidak mengetahui seberapa tebal.”

Untuk mengetahui volume es itu, pesawat antariksa NASA, ICESat, mengukur seberapa tinggi es tersebut mencuat di atas permukaan laut di Kutub Utara, kata Kwok dalam satu wawancara telefon.

“Jika kami mengetahui seberapa banyak es mengambang di atas, kami dapat menggunakan itu untuk menghitung sisa ketebalan es tersebut. Sekitar sebilan per sepuluh es itu berada di bawah air,” kata Kwok.

Pengukuran ICESat tampaknya mencakup seluruh Kutub Utara, dan semua itu digabungkan dengan pengukuran volume es yang dilakukan kapal selam, yang hanya mencakup beberapa kali perjalanan di seluruh daerah tersebut.

Es Laut Kutub Utara mencair sampai tingkat paling rendah keduanya tahun lalu, naik sedikit dari tingkat rendahnya sepanjang waktu pada 2007, demikian Pusat Data Es dan Salju AS

Es Kutub Utara adalah satu faktor dalam pola cuaca dan iklim global, karena perbedaan antara udara dingin di kedua kutub Bumi dan udara hangat di sekitar Khatulistiwa menggerakkan arus udara dan air, termasuk arus yang memancar.

kutub 2

15/01/2010

Cara Tepat Mencegah Perubahan Iklim,,,,LINDUNGI HUTAN!!!!!!!

Filed under: Uncategorized, pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 12:42 am

hutan 2Ngeri banget, kalo denger kenyataan bahwa lebih dari satu juta hektar hutan yang sebagian besar merupakan hutan tropis hancur setiap bulannya di sunia – setara dengan area hutan seluas satu lapangan sepakbola hancur setiap dua detik! :-(

Ternyata kawan – kawan, selain menyokong keanekaragaman hayati dan masyarakat yang bergantung pada hutan, hutan dan tanahnya itu menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar – hampir 300 milyar ton karbon atau sekitar 40 kali jumlah emisi yang dilepaskan ke atmosfir. Itu sungguh berbahaya kawan!

Nah, penghancuran dan degradasi hutan berpengaruh besar terhadap perubahan iklim dalam dua hal.

Pertama, perambahan dan pembakaran hutan melepaskan karbon dioksida ke atmosfir.

Kedua, kerusakan hutan akan mengurangi area hutan yang menyerap karbon dioksida.

Kedua peran ini amat sangat penting kaena jika kita menghancurkan hutan tropis yang tersisa, maka kita telah kalah dalam pertarungan menghadapi perubahan iklim.

hutan 1

ow,ow,ow….

kawanku sekalian yang sama – sama menghargai dan mencintai bumi hijau kita ini, jagalah kelestarian hutan atau lakukanlah reboisasi sebagai kerja nyata kita sebagai generasi penerus bangsa yang sadar akan pentingnya lingkungan hidup kita ini.

okeh!!!!!!!!

hutan 3

Cibodas Botanic Garden… ( English Version )

Filed under: Uncategorized, pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 12:25 am

The History of Cibodas Botanic Garden as dated back to 11 Pril 1852 when J. E. Teijisman, the curator of s’Land Plantentuin ( Now Bogor Botanic Gardens ) planted Quinine tree in Bergtuin te Tjibodas. The Dutch goverment eventually estblished this garden as a place for introductian and acclimatization of economic plants. Now this botanic garden as a satellite garden of Bogor Botanis Garden.

CBG 2

Situated on the foot of Gede and Pangrango mountains, the garden is blessed with magnificent scenery and montane climate with 2950 mm annual rainfall and 18 celcius average temperature. Located 100 km south-east of Jakarta ( 3 hours drive ), the beauty of landscape and flora offer a paradise for just relaxtation.

Currently, this 84,99 – hectare garden holds 10.557 specimens, 750 seed collection and 5.310 accession number of herbarium. These specimens are important references for plants adentification.

Collection

Parts of Indonesia’s plant diversity represent in CBG. The collections include the world’s largest inflorescent of Amorphopallus titanum Becc. ( Titan Arum ) of Sumatra, which couls reach 3 meters in height.

Altingia excelsa Noronha ( Rasamala ) represent one of the major commercial timbers in Java. Sundanese use its young leaves as a salad mixture.

Native Australia plant, Araucaria bidwillii Hook. Which queue along 150 meters in front of the guest house is a hall mark of CBG. Planted in 1866, these tree are the oldest among all plant collection.

Scented and colourful orchids at the Green House is waiting visit. Paphiopedillum javanicum Pfitz ( Slipper Orchid ) is one of endemis species of java. This orchid has long been highly prized in holticulture. Some member of the group of this species may be extinct in the wild due to over exploiting.

CBG 4

Cibodas Botanic Garden can be alternative for your vacation.

^o^

CBG 1

14/01/2010

Dicari,,,Hotel Ramah Lingkungan…!!!!

Filed under: Uncategorized, pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 11:53 pm

Awal 2009, warga dari lingkungan Rukun Warga ( RW ) 5 kel. Ciumbuleuit Kec. Cidadap, Kota Bandung di bawah payung Forum Komunikasi Peduli Lingkungan ( FKPL ) warga Ciumbuleuit, ramai – ramai memasang portal setting setinggi 2,5 meter. Portal itu untuk menutup jalan menuju pembangunan hotel disana. aksi itu sebagai bentuk protes warga, yang menginginkan proyek pembangunan hotel itu dihentikan. Alasannya pembangunan hotel itu membawa kesengsaraan bagi mereka. Kenyamanan hidup terganggu, lingkungan pun terancam. Salah satunya, air menjadi sulit didapat. Diduga, air tersebut habis tersedot untuk keperluan pembangunan hotel.

Ditengah perubahan iklim global yang sedang menjadi isu internasional dan krisis ekonomi mengancam dunia, aksi masyarakat ini menjadi gejala nyata. Kerapuhan lingkungan bukan sekadar wacana. Masyarakatpun sudah merasakannya.

Hotel sebagai salah satu sektor yang menumbuhkan perekonomian Kota Bandung, pada gilirannya harus menghadapi pertentangan dengan masyarakat. Bukan hanya pengelola hotel yang repot, pemerintah pun mengalami dilema. Antara meningkatkan pendapatan daerah atau penyelamatan lingkungan. Kota – kota tujuan wisata, seperti Kota Bandung, merupakan sasaran investor mengembangkan bisnis. Berbagai tujuan wisata yang ada menyebabkan bisnis penginapan dan perhotelan tumbuh subur.

Di sisi lain, industri perhotelan memberi dampak yang signifikan terhadap isu – isu lingkungan. Utamanya, dilihat dari konsumsi energi, kebutuhan air, serta pengolahan sampah. Soal air saja, kebutuhan air di Hotel bekali – kali lipat kebutuhan rumah tangga biasa. Bila kebutuhan air untuk rumah tangga hanya berkisar antara 70 – 100 liter per hari, kebutuhan hotel dapat mencapai 500 liter perkamar per hari. Sekarang bisa dihitung berapa kebutuhan air di hotel. Jika hotel itu membuka seratus kamar. Belum soal kebutuhan energinya. Kebutuhan listriknya tentu jauh lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan rumah tangga. Di tengah krisis listrik, tentu mengkhawatirkan juga kalau listrik di hotel ikutan byar pet.

Kalau sekarang yang menjerit adalah warga biasa yang terkena imbas dari berdirinya salah satu hotel,pada gilirannya hotelpun akan merasakan imbasnya krisis energi. Perhotelan pun wajib untuk turut melakukan penghematan energi.

Hotel yang berwawasan lingkungan atau ekohotel, menjadi salah satu langkah untuk mendorong sektor perhotelan berperan aktif menciptakan lingkungan yang lebih lestari. ” sebenarnya ini sebagai langkah mitigasi, pencegahan, ” kata Danial dari Climate Change Center.

green_hotel_proximity

Apalagi sekarang ini pemerintah belum punya aturan khusus soal pemakaian sumber daya alam untuk aturan sektor perhotelan. Misalnya, apakah hotel menggunakan air tanah atau membeli jasa PDAM. Bagaimana kewajiban hotel mengelola sampahnya, apakah cukup dengan menyerahkan pada PD kebersihan. ” Dampak lingkungan besar seharusnya disertai dengan kewajiban, untuk menurunkan dampak yang dihasilkan itu. ” tambah Danial.

Dibanyak negara maju, perhotelan sudah mempunyai standar khusus soal pengelolaan lingkungannya. Setiap hotel yang memenuhi standar itu, mendapat sertifikat dan berhak menyandang status ekohotel. Jadi, ekohotel atau green hotel tidak dilihat semata dari jumlah pohon yang ditanam oleh pihak hotel. Akan tetapi, apakah mereka menerapkan kebijakan yang berpihak pada lingkungan atau tidak.

Di Indonesia, baru ada dua hotel berjaringan yang sudah mempunyai sertifikasi ekohotel. Mereka menggunakan sertifikasi yang dikeluarkan asing. Di Bandung, baru satu hotel yang sudah mempunyai sertifikat ekohotel dari Green Globe Australia.

” Akan tetapi, kendalanya sertifikasi asing itu mahal. Makanya kenapa kita tidak membuat sendiri saja ” kata Danial, yang menjabat sebagai Koordinator Ekohotel Rating Jawa Barat Forum Hijau Bandung ( FHB ).

Sejak awal 2009, Forum Hijau Bandung mulai mengembangkan sistem ekohotel rating. Dengan begitu, sektor perhotelan akan mempunyai standar didasarkan pada pengelolaan yang bebasis lingkungan. Standar itu berguna untuk melihat tingkat efisiensi, pada berbagai sendi dalam pengeoperasional botel tersebut.

” Untuk menentukan standar itu, kita harus tahu dulu kebutuhan hotel seberapa dan apa saja yang bisa dilakukan untuk berhemat ” katanya.

Sebagai tahap awal sudah ada lima hotel yang menjadi sukarelawan untuk dilakukan penilaian. Setiap hotel itu akan menjalani pemeriksaan. Terdapat sekitar 12 standar yang harus dipenuhi. Antara lain soal kebijakan manajemen hotel yang berpihak pada lingkungan, pengelolaan limbah padat dan cair, penggunaan air, pemanfaatan energi, kebijakan pembelian, pola hubungan dengan masyarakat sekitar melalui program CSR, serta penggunaan bahan material ramah lingkungan. Semuanya harus berpihak pada lingkunga.

Danial menjelaskan, penilaian ini tidak sederhana. Misalnya saja soal sampah,. Penilaian tidak sebatas apakah mereka sudah memilahkan sampah dan menyerahkan pada PD Kebersihan. Akan tetapi juga memastikan apakah sampah – sampah itu diolah dengan benar dan tidak mencemari lingkungan. ” Nah, hasil pemeriksaan itu, akan memberikan point untuk masing – masing hotel. Semakin berpihak pada lingkunga, poin nya semakin tinggi. Poin – poin itu dijumlahkan yang nantinya menentukan ratingnya. ” kata Danial.

Akan tetapi, tidka hanya dinilai tim juga akan memberika rekomendasi langkah – langkah apa saja yang bisa ditempuh oleh hotel agar dapat memenuhi standar. Misalnya, untuk menghemat listrik maka tiap hotel harus menggunakan alat – alat yang hemat energi. Yang jelas, setiap hotel harus mempunyai target penghematan energi.

Harapannya, rating ini dapat menjadi sertifikat bagi hotel – hotel di Jawa Barat. ” Dengan demikian, hotel – hotel tidka perlu menggunakan sertifikasi asing yang menghabiskan banyak uang ” ujarnya.

Pada 2010 diharapkan sudah ada standar yang ditetapkan. Dengan demikian bisa segera dilaksanakan. Rencananya sertifikat itu akan dikeluarkan oleh Gubernur Jabar.

” Harapannya nanti, semua hotel bisa berlomba – lomab peduli lingkungan. Bagi yang sudha mempunyai sertifikat kalau pada perjalanannya mengalami penurunan, bisa dicabut ” katanya.

Dengan penerapan ekohotel rating ini diperkirakan mampu mengurangi emisi Gas CO2 dari sampah sebanyak 200 – 300 ton pertahun untuk tiap hotel bintang empat ke atas, emisi dari pemakaian listrik sebanyak 1 – 2 ton per tahun, serta mampu menghemat biaya listrik Rp40 – 100 juta per hotel.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) Jawa Barat Herman Muchtar menyambut baik langkah ini. ” Kami mendorong agar semua hotel di jabar nantinya mengarah menjadi ekohotel, baik yang berbintang maupun hotel kelas melati ” katanya.

Seringkali berbagai program prolingkungan tidak langgeng, karena tidak ada yang mengawsi. Dilaksanakan atau tidak, tidak ada sanksi yang mengikat. Pemborosan energi selama ini tidka bisa ditindak tegas.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah ( BPLHD ) Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, berbagai kegiatan penghematansemacam itu sifatnya memang kesukarelaan, belum sebagai perintah. Akan tetapi komitmen Pemprov Jabar terhadap lingkungan sudah terlihat, saat mencanangkan diri sebagai green province sebagaimana yang tertuan gdalam peraturan daerah Jabar tentang rencana tataruang dan wilayahnya.

” Dari segi pariwisata, kita akan mempromosikan hotelyang ramah lingkungan, ” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Jabar Herdiwan Iing Suranta.

hotel

GO GREEN…..!!

^o^

Bumi Hijau,,,,Milik Siapa???

Filed under: Uncategorized, pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 3:03 am

Kita jangan cuma bisa memanfaatkan dan menggunakan semua hal yang ada di bumi ini secara cuma – cuma. Tapi kita juga harus bisa membayar atas apa yang udah kita pake dari lingkungan hidup kita selama ini…

gimana caranya????

ya kita harus bisa menjaga dan merawat kehijauan bumi kita ini dengan sebaik – baiknya…

gak mau kan bumi kita jadi…

atut atau  gak……………

atau malah……..jadi……………

gak banget

gak mau kan….bumi yang seharusnya itu kayak gini….

keran

mau, bumi kayak gini???? savesiapa juga yang nggak mau kan???

kalo pengen bumi selalu hijau dan bersih, start from ourself. Start from little thing,,,

because we have to belive that with doing a little thing for saving our earth everytime together,,,,that can make a big change for our earth…

gak ada yang gak mungkin,,,gak ada kata terlamabat buat berubah menjadi lebih baik.

kebersihan adalah sebagian dari iman,,,berangkat dari hadist tersebut kita bisa menyelamatkan bumi tercinta kita dan juga demi masa depan anak dan cucu kita.

BUMI INI MILIK KITA SEMUA

I do love my earth,,,, don’t u????

sehat

KRC…. Kebun Raya Cibodas,,,Konservasi, Penelitian, Pendidikan dan Pariwisata….

Filed under: pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 2:44 am

Jawa barat khususnya daerah Cianjur memiliki beberapa tempat wisata dan pendidikan yang sangat berhubungan dekat dengan lingkungan hidup.

salah satunya adalah Kebun Raya Cibodas…

Apa sii Kebun Raya Cibodas itu…. ??? >0<

Kebun Raya Cibodas itu adalah salah satu tempat yang bisa kita kunjungi sebagai wadah untuk melakukan konservasi, pendidikan, penelitian dan pariwisata….

untuk lebih jelasnya,,,follow this article…

^u^

cibodas

Latar belakang sejarah,,,

Didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann,,,seorang kurator kebun Raya Cibodas pada waktu itu, dengan nama Bergtuin te Tjibodas ( Kebun Pegunungan Cibodas ). Pada awalnya dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis – jenis tumbuhan asal luar negri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang sangat tinggi. Salah satunya adalah pohon Kina ( Cinchona calisaya ). Kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama cabang Balai Kebun Raya Cibodas. Mulai tahun 2003 status Kebun Raya Cibodas di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI )

Menjadi kebun Raya terbaik kelas dunia, terutama dalam bidang konservasi tumbuhan, penelitian dan pelayanan dalam aspek botani dan pendidikan lingkungan adalh misi dari Kebun Raya Cibodas – LIPI.

Lokasi Kebun Raya Cibodas – LIPI berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango pada ketinggian kurang lebih 1.300 – 1425 meter diatas permukaan laut dengan luas 84,99 hektar. Temperature rata – rata 20,05 derajat celcius, kelembapan 80,62% dan rata – rata curah hujan 2.950 mm pertahun. Kebun Raya Cibodas merupakan tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil menikmati keindahan berbagai jenis tumbuhan yang berasal dari Indonesia dan negara – negara lain. Kebun Raya Cibodas berjarak kurang lebih 100 KM dari Jakarta dan kurang lebih 80 KM dari Bandung.

ada apa aja di KRC????

Koleksinya itu,,,ada……

Koleksi tanaman di KRC ( Kebun Raya Cibodas ) terbagi dalam dua koleksi, yaitu kleksi di kebun dan koleksi di rumah kaca. Sampai saat ini, KRC – LIPI memiliki 1.269 jenis koleksi tanaman, 750 koleksi biji, dan 5.310 jenis koleksi herbarium. Koleksi tanaman di rumah kaca terdiri dari Anggrek ( 243 jenis ), kaktus ( 119 jenis ) dan Sukulen ( 103 jenis ). Namun, selain tumbuhan koleksi didalam kebun anda juga dapat menemukan tumbuhna liar. Koleksi menarik yang dapat anda temui didalam KRC diantaranya adalah ; Kina, Pohon Bunya – bunya, Cemara – cemara, pohon Kayu Putih, Bunga bangkai, Saninten, Rasamal, Anggrek Kasut Hijau, Kaktus gentong Emas, Sakura, pohon Taksus, dan lain – lain.250px-Botanical_garden_-_Cibodas_-_Indonesia_1

Perubahan Iklim Itu….

Filed under: Uncategorized, pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 2:00 am

1Perubahan Iiklim merupakan ancaman terbesar terhadap kehidupan manusia. Tiap tahunnya ratusan ribu jiwa manusia terancam dampak perubahan iklim, seperti meningkatnya banjir dan kekeringanyang menyebabkan jutaan jiwa terlantar…

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kenaikan suhu global harus berada dibawah 2 derajat celcius ( dibanding sebelum revolusi industri ) untuk menghindari dampak perubahan iklim yang lebih parah. Bumi yang lebih hangat 2 derajat celcius akan mengubah kehidupan yang kita jalani sekarang. Dampak yang telah diprediksi antara lain adalah banjir yang lebih sering dan lebih besar, kekeringan, kelaparan serta runtuhnya ekosistem seperti hutan amazon, punahnya 20 – 50% dari seluruh rumpun makhluk hidup dan meningkatnya permukaan air laut akibat lapisan es yang meleleh.

Hadley Centre di Inggris baru – baru ini mengeluarkan peringatan bahwa perubahan iklim merupakan ” anxaman yang tak terhindarkan ” dan mengumumkan bahwa tanpa tindakan segera sekarang kita dapat mengalami naiknya suhu global sampai dengan 4 derajat celcius.

Menurut Asian Development Bank ( ADB ) Asia tenggara merupaka daerah yang paling rentan dan paling tidak siap dalam mengalami dampak perubahan iklim. ADB memperingatkan adanya ancaman terhadap ketersediaan makanan dan energi untuk masyarakat di Asia terutama untuk wanita dan masyarakat miskin. Sekitar 2,2 milyar masyarakat Asia bermatapencaharian sebagai petani sekarang sedang mengalami penurunan produksi panen yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, curah hujan yang tidak stabil dan dampak perubahan iklim lainnya.

Latar belakang ilmiahnya telah jelas : untuk mendapatkan kesempatan terbaik mempertahankan kenaikan suhu dibawah 2 derajat celcius, emisi gas rumah kaca harus mencapai puncaknya pada tahun 2015 lalu kemudian harus menurun secara drastis.

Untuk meraih kesepakatan iklim yang efektif, pemimpin dunia harus setuju terhadap rencana ambisius untuk mengakhiri deforestasi sebelum 2020. Mereka juga harus berkomitmen menyalurkan 30 milyar euro per tahun sebagai dana bantuan hutan untuk membantu negara – negar aseperti Brazil, Republik Kemokrasi Kongo dan Indonesi, serta memastikan terjaganya eanekaragaman hayati dan terpenuhinya hak masyarakat adat.

07/01/2010

Global Warming….What Is It???

Filed under: Uncategorized, pengetahuan umum... — sman1cibeber @ 10:43 pm

dari mbah google,,, kita bisa tau apa aja…

termasuk tentang global warming….

tuk lebih jelas klik ini ya

Powered by WordPress