Perubahan Iiklim merupakan ancaman terbesar terhadap kehidupan manusia. Tiap tahunnya ratusan ribu jiwa manusia terancam dampak perubahan iklim, seperti meningkatnya banjir dan kekeringanyang menyebabkan jutaan jiwa terlantar…
Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kenaikan suhu global harus berada dibawah 2 derajat celcius ( dibanding sebelum revolusi industri ) untuk menghindari dampak perubahan iklim yang lebih parah. Bumi yang lebih hangat 2 derajat celcius akan mengubah kehidupan yang kita jalani sekarang. Dampak yang telah diprediksi antara lain adalah banjir yang lebih sering dan lebih besar, kekeringan, kelaparan serta runtuhnya ekosistem seperti hutan amazon, punahnya 20 – 50% dari seluruh rumpun makhluk hidup dan meningkatnya permukaan air laut akibat lapisan es yang meleleh.
Hadley Centre di Inggris baru – baru ini mengeluarkan peringatan bahwa perubahan iklim merupakan ” anxaman yang tak terhindarkan ” dan mengumumkan bahwa tanpa tindakan segera sekarang kita dapat mengalami naiknya suhu global sampai dengan 4 derajat celcius.
Menurut Asian Development Bank ( ADB ) Asia tenggara merupaka daerah yang paling rentan dan paling tidak siap dalam mengalami dampak perubahan iklim. ADB memperingatkan adanya ancaman terhadap ketersediaan makanan dan energi untuk masyarakat di Asia terutama untuk wanita dan masyarakat miskin. Sekitar 2,2 milyar masyarakat Asia bermatapencaharian sebagai petani sekarang sedang mengalami penurunan produksi panen yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, curah hujan yang tidak stabil dan dampak perubahan iklim lainnya.
Latar belakang ilmiahnya telah jelas : untuk mendapatkan kesempatan terbaik mempertahankan kenaikan suhu dibawah 2 derajat celcius, emisi gas rumah kaca harus mencapai puncaknya pada tahun 2015 lalu kemudian harus menurun secara drastis.
Untuk meraih kesepakatan iklim yang efektif, pemimpin dunia harus setuju terhadap rencana ambisius untuk mengakhiri deforestasi sebelum 2020. Mereka juga harus berkomitmen menyalurkan 30 milyar euro per tahun sebagai dana bantuan hutan untuk membantu negara – negar aseperti Brazil, Republik Kemokrasi Kongo dan Indonesi, serta memastikan terjaganya eanekaragaman hayati dan terpenuhinya hak masyarakat adat.
