Bagi sebagian besar orang, sampah adalah barang yang sudah tidak terpakai dan tidak mempunyai nilai dan harga lagi. Karena tidak mempunyai nilai dan harga, kadang sampah menjadi sesuatu yang mengganggu. Orang malas untuk menyimpan sampah, makanya sampah selalu dibuang. Tapi apakah benar begitu?
Pernyataan itu tidak 100% benar. Sampah bisa saja menjadi sesuatu yang bernilai dan berharga. Seperti Ibu Iyom, wanita asal Bandung itu senang sekali membawa sampah kemana-mana. Lho buat apa? Ya, Ibu yang mempunyai nama lengkap Iyom Rochaeni ini ternyata adalah seorang pengrajin sampah! Ia sering sekali membuat kerajinan tangan yang bahan-bahannya berasal dari sampah. Hasil karyanya antara lain tas mukena, tas laptop, tas belanja, tempat pensil, wadah, dan lain-lain. Karya-karyanya pun kini sudah terkenal sampai ke Eropa dan Amerika. Waah, hebaat! Tapi bagaimana caranya sehingga bisa sampai terkenal begitu ya?
Awalnya, Ibu Iyom ini cuma iseng-iseng membuat sebuah tas yang terbuat dari plastik bekas kemasan. Ternyata keiseng-isengannya itu berlanjut menjadi sebuah hobi. Saat melakukan hobinya, Ibu Iyom sangat didukung oleh tetangga-tetangganya yang membantu mengumpulkan sampah untuk diolah menjadi kerajinan tangan oleh Ibu Iyom. Karena hobinya itu, Ibu Iyom yang tadinya hanya seorang ibu rumah tangga biasa kini sudah terkenal di mana-mana. Ia sering sekali mengajar cara membuat kerajinan tangan yang berbahan dasar sampah sampai ke luar Pulau Jawa. Hobinya pun kini ia jadikan sebagai ladang berbisnis. Ia menjual hasil karyanya, dan beruntungnya hasil karyanya itu diterima baik oleh masyarakat. Hasil karya Ibu Iyom kini tidak hanya terkenal di Indonesia saja, tapi justru sampai ke luar negeri. Malahan Ibu Iyom sering sekali mendapat pesanan dari Meksiko dan Belanda.
Saat membuat kerajinan tangan dari sampah Bu Iyom mengaku tidak mengalami kesulitan sedikitpun. Ia malah sangat senang melakukannya. “Tidak perlu modal besar, bahan-bahannya kan dari sampah,” Tuturnya. Ya, untuk membuat kerajinan-kerajinan tangan itu Bu Iyom hanya perlu mengeluarkan sedikit modal. Karena sebagian besar bahan yang ia gunakan adalah sampah plastik bekas kemasan. Bu Iyom juga mengakui dengan berbuat seperti ini ia juga sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan, karena dengan memanfaatkan sampah maka kebersihan lingkunganpun akan ikut terjaga. Hmm menarik sekali bukan?
BEST ARTICLES
Sorry. No data so far.
RELATED ARTICLES
COMMENTS
PINGBACKS
No Pingbacks















