<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sixTeen greeneration &#187; Global Warming</title>
	<atom:link href="http://school-press.com/sman16bandung/category/global-warming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://school-press.com/sman16bandung</link>
	<description>Changing Climate For Get Better ...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Feb 2010 09:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hujan Asam, bukan hujan rasa jeruk..!^^</title>
		<link>http://school-press.com/sman16bandung/2010/02/02/hujan-asam-bukan-hujan-rasa-jeruk/</link>
		<comments>http://school-press.com/sman16bandung/2010/02/02/hujan-asam-bukan-hujan-rasa-jeruk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 08:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sman16bandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dampak global warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://school-press.com/sman16bandung/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar hujan asam/acid rain ?
apakah itu?
 Bukankah hujan itu adalah air yang turun? 
Atau kali ini bercampur asam, dan rasanya juga asam,kecut? 
Mengapa itu bisa terjadi?
 Apakah hujan asam itu berbahaya bagi kehidupan di bumi? 


Secara alamiah, hujan asam ”ringan” terjadi karena air hujan berreaksi dengan Karbonmonoksida (CO) yang berada di angkasa, dan memebentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center"><span style="color: #ff6600">Pernah dengar hujan asam/acid rain ?</span></h1>
<h2><span style="color: #ffff00">apakah itu?</span></h2>
<h2><span style="color: #ffff00"> Bukankah hujan itu adalah air yang turun? </span></h2>
<h2><span style="color: #ffff00">Atau kali ini bercampur asam, dan rasanya juga asam,kecut? </span></h2>
<h2><span style="color: #ffff00">Mengapa itu bisa terjadi?</span></h2>
<h2><span style="color: #ffff00"> Apakah hujan asam itu berbahaya bagi kehidupan di bumi? </span></h2>
<p style="text-align: center"><span style="color: #ffff00"><img class="aligncenter size-medium wp-image-124" title="ac formation_diagram" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/02/ac-formation_diagram-300x230.gif" alt="ac formation_diagram" width="300" height="230" /><br />
</span></p>
<p style="padding-left: 30px"><span style="color: #cc99ff">Secara alamiah, hujan asam ”ringan” terjadi karena air hujan berreaksi dengan Karbonmonoksida (CO) yang berada di angkasa, dan memebentuk asam lemah. Hujan asam jenis ini bermanfaat bagi bumi karena dapat membantu melarutkan mineral-mineral di permukaan bumi, yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.</span></p>
<p><span style="color: #3366ff"><img class="alignleft size-full wp-image-125" title="dee" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/02/dee.jpg" alt="dee" width="116" height="116" />Istilah hujan asam erat kaitannya dengan polusi udara. Kita ketahui bersama bahwa pada polusi udara, beberapa kegiatan industri, kendaraan bermotor, hingga letusan gunung berapi, terdapat berbagai senyawa kimia yang dilepaskan ke udara dan ”mengotori” udara salah satunya adalah Sulfur atau Belerang. Polutan itu terbawa angin jauh jaraknya ke segenap penjuru bumi.</span></p>
<p><span style="color: #3366ff">Nah, dilain pihak, butir2 uap air yang ada di angkasa juga ber-reaksi dengan polutan-polutan tersebut, dan kemudian turun sebagai hujan yang sudah bercampur dengan senyawa baru ”asam” tadi. Itulah yang disebut dengan hujan asam..</span></p>
<p style="padding-left: 30px"><span style="color: #00ff00">Fenomena hujan asam juga erat kaitannya dengan kemajuan teknologi, <img class="alignright size-full wp-image-126" title="ill" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/02/ill.jpg" alt="ill" width="123" height="123" />pembakaran pada mesin-mesin berbahan bakar fosil penggundulan hutan/<em>illegal logging</em>. Pembicaraan mengenai hujan asam juga sering dikaitkan dengan efek rumah kaca/<em>green house effect</em>, isu pemanasan global/<em>global warming issue</em>. Secara kimia, asam bersifat korosif  yaitu mempunyai sifat merusak logam. Logam atau besi yang terkena larutan bersifat asam akan mudah mengalami perkaratan.</span></p>
<h2 style="text-align: center"><span style="color: #ff00ff">Jadi&#8230;., hujan asam itu bukan hujan rasa jeruk.. Tapi hujan yang membawa kerusakan. Cara mencegahnya? Jangan mengeluarkan Zat limbah berupa asam berbahaya!!</span></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://school-press.com/sman16bandung/2010/02/02/hujan-asam-bukan-hujan-rasa-jeruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>El Nino dan La Nina</title>
		<link>http://school-press.com/sman16bandung/2010/02/01/el-nino-dan-la-nina/</link>
		<comments>http://school-press.com/sman16bandung/2010/02/01/el-nino-dan-la-nina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 07:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sman16bandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[dampak global warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://school-press.com/sman16bandung/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[tahukah kalian tentang El Nino dan La Nina&#8230;? 

El Nino &#8211; (El Nee-nyo) adalah pema nasan air di Samudera Pasifik.


 La Nina &#8211; (Lah Nee-Nyah) is  t he cooling of water in the Pacific Ocean. La Nina &#8211; (Lah Nee-Nyah) adalah pendingin air di Samudera Pasifik 

 
 
 
Frekuensi kejadian El Nino cenderung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>tahukah kalian tentang El Nino dan La Nina&#8230;?<span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span></h3>
<ul>
<li><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong>El Nino &#8211; (El Nee-nyo) adalah pema</strong></span></span><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong>na</strong></span></span><img title="Delete Image" src="../wp-includes/js/tinymce/plugins/wpeditimage/img/delete.png" alt="" width="24" height="24" /><img title="Delete Image" src="../wp-includes/js/tinymce/plugins/wpeditimage/img/delete.png" alt="" width="24" height="24" /><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong>san air di Samudera Pasifik.</strong></span></span><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong><img class="alignright size-medium wp-image-110" title="ae" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/02/ae-282x300.jpg" alt="ae" width="129" height="138" /></strong></span></span></li>
</ul>
<ul>
<li><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span><span style="direction: ltr;text-align: left"><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong>La Nina &#8211; (Lah Nee-Nyah) is </strong></span></span></span><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span><span><span style="direction: ltr;text-align: left"><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong>t</strong></span></span></span><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span><span><span style="direction: ltr;text-align: left"><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong>he cooling of water in the Pacific Ocean.</strong></span></span> <span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong>La Nina &#8211; (Lah Nee-Nyah) adalah pendingin air di Samudera Pasifik</strong></span></span><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span></li>
</ul>
<p><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span></p>
<p><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span></p>
<p><span><span style="color: #0000af;font-size: xx-small"><strong> </strong></span></span></p>
<p style="padding-left: 30px">Frekuensi kejadian El Nino cenderung meningkat dengan durasi yang semakin panjang, tingkat anomali iklim yang semakin besar, dan siklus kejadian yang semakin pendek. Anomali iklim tersebut menyebabkan penurunan curah hujan dan ketersediaan air irigasi yang selanjutnya berimplikasi pada penurunan produksi pangan sebesar 3,06 persen untuk setiap kejadian El Nino.<img class="aligncenter size-medium wp-image-112" title="20091014_082158_elnino-b" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/02/20091014_082158_elnino-b-300x236.jpg" alt="20091014_082158_elnino-b" width="300" height="236" /></p>
<p>Sebaliknya, kejadian La Nina cenderung diikuti dengan peningkatan curah hujan dan merangsang peningkatan produksi pangan sebesar 1,08 persen untuk setiap kejadian La Nina. Penurunan produksi pangan akibat El Nino dan peningkatan produksi pangan akibat La Nina paling tinggi terjadi pada produksi jagung. Hal ini menunjukkan bahwa produksi jagung paling sensitif terhadap peristiwa anomali iklim.</p>
<p><strong><span style="color: #3366ff">Dalam rangka menekan dampak negatif El Nino terhadap produksi pangan maka diperlukan kebijakan penanggulangan yang komprehensif yang meliputi tiga upaya pokok yaitu : </span></strong></p>
<p><em><span style="color: #ff0000">(1) pengembangan sistem deteksi dini anomali iklim,</span></em></p>
<p><span style="color: #ffff00">(2) pengembangan sistem diseminasi informasi yang efisien tentang anomali iklim, dan </span></p>
<p><em><span style="color: #00ff00">(3) mengembangkan, mendiseminasikan dan memfasilitasi petani untuk menerapkan teknik budidaya tanaman yang adaptif terhadap situasi kekeringan di samping membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi serta mengembangkan teknik pemanenan curah hujan.</span></em></p>
<h2><span style="color: #00ff00"><span style="color: #cc99ff">El Nino dan La Nina adalah dampak dari Global Warming yang berbahaya dan merugikan.</span></span></h2>
<h2><span style="color: #00ff00"><span style="color: #cc99ff">Sayangnya, saudara kembar ini adalah bfenomena alam yang tidak bisa dicegah,,</span></span><em><span style="color: #00ff00"><span style="color: #cc99ff"><br />
</span></span></em></h2>
<p><em><span style="color: #00ff00"><br />
</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://school-press.com/sman16bandung/2010/02/01/el-nino-dan-la-nina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Seandainya&#8230; Seandainya&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/19/seandainya-seandainya/</link>
		<comments>http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/19/seandainya-seandainya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 13:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sman16bandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://school-press.com/sman16bandung/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Berandai&#8221;, berkhayal memang tak ada habisnya dan tak ada batasnya&#8230; enak banget deh.


Namun pernahkah kamu berandai&#8221;  seandainya bumi kita ini lebih baik tanpa global warming, climate change, efek rumah kaca, ozon bolong, dan ramalan kiamat (loh kok nglantur? =p) ? pernah gg? Berikut ini adalah list perandaian yang sangatsangat ingin si pengandai wujudkan, namun belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #00ccff">Berandai&#8221;, berkhayal memang tak ada habisnya dan tak ada batasnya&#8230; enak banget deh.</span></h2>
<p><span style="color: #00ccff"><img class="aligncenter size-medium wp-image-65" title="stop_global_warming" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/01/stop_global_warming2-300x234.jpg" alt="stop_global_warming" width="300" height="234" /><br />
</span></p>
<p>Namun pernahkah kamu berandai&#8221;  seandainya bumi kita ini lebih baik tanpa <span style="color: #ff0000">global warming, climate change, efek </span><span style="color: #ff0000">rumah kaca, ozon bolong, dan ramalan kiamat </span>(loh kok nglantur? =p) ? pernah gg? Berikut ini adalah list perandaian yang sangatsangat ingin si pengandai wujudkan, namun belum bisa terwujud :</p>
<ol>
<li><span style="color: #3366ff">Seandainya di dunia ini nggak ada benda yang menghasilkan asap hasil pembakaran selain dari kedai sate, dan lesehan ikan + ayam bakar&#8230;hehehe<img class="alignright size-medium wp-image-62" title="asap" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/01/asap-300x187.jpg" alt="asap" width="300" height="187" /></span></li>
<li><span style="color: #ff00ff">Seandainya energi matahari bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam kehidupan manusia. Mulai dari mengeringkan cucian sampai membangkitkan energi listrik! Stuju kan? Harus stuju dong ! (maksa ah)</span></li>
<li><span style="color: #ffcc00">Seandainya lapisan ozon terbuat dari karet yang berpori yang sekeras baja. Jadi matahari bebas bersinar, kalo ada meteor bisa dipentalin (baca: kelempar balik), dan gas penyebab efek rumah kaca bisa tersaring bebas ke luar angkasa&#8230;</span></li>
<li><span style="color: #993366">Seandainya ada lem khusus ozon + relawan yang bisa menambal lapisan ozon yang bolong..</span></li>
<li><span style="color: #dc143c">Seaandainya ga pernah ada ramalan kiamat yang bikin musyrik!</span></li>
<li><strong><span style="color: #339966">Seandainya semua orang disadarkan dan saya bisa teriak dengan toa supergede : &#8220;Hallow, sadrkah kalian? Bumi kita dalam bahaya!!!!&#8221;</span></strong></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/19/seandainya-seandainya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Global Warming..? Climate Change.. ? Go Green..??&#8221;</title>
		<link>http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/14/global-warming-climate-change-go-green/</link>
		<comments>http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/14/global-warming-climate-change-go-green/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 08:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sman16bandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://school-press.com/sman16bandung/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sebagian besar orang di dunia ini pasti pernah dengar istilah GLOBAL WARMING. Tapi taukah mereka tentang apa itu Global Warming? Menurut kami sangat ironis karena ternyata kebanyakan orang tau kata global Warming tapi sedikit banget yang sadar betapa bahayanya Global Warming.
Global warming sendiri bisa di artikan sebagai Pemanasan Global yang sedang melanda dunia. Orang-orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/14/global-warming-climate-change-go-green/280px-global_warming_map/' title='280px-Global_Warming_Map'><img width="150" height="150" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/01/280px-Global_Warming_Map-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="280px-Global_Warming_Map" /></a>
<a href='http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/14/global-warming-climate-change-go-green/280px-instrumental_temperature_record/' title='280px-Instrumental_Temperature_Record'><img width="150" height="150" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/01/280px-Instrumental_Temperature_Record-150x150.png" class="attachment-thumbnail" alt="" title="280px-Instrumental_Temperature_Record" /></a>
<a href='http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/14/global-warming-climate-change-go-green/trf/' title='trf'><img width="150" height="146" src="http://school-press.com/sman16bandung/files/2010/01/trf-150x146.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="trf" /></a>

<p>Mungkin sebagian besar orang di dunia ini pasti pernah dengar istilah <strong><span style="color: #ff0000">GLOBAL WARMING</span></strong>. Tapi taukah mereka tentang apa itu <strong><span style="color: #ff0000">Global Warming</span></strong>? Menurut kami sangat ironis karena ternyata kebanyakan orang tau kata <strong><span style="color: #ff0000">global Warming</span></strong> tapi sedikit banget yang sadar betapa bahayanya <strong><span style="color: #ff0000">Global Warming.</span></strong></p>
<p><span style="color: #ff00ff">Global warming sendiri bisa di artikan sebagai Pemanasan Global yang sedang melanda dunia.</span> Orang-orang ramai membicarakannya, mulai dari di mailing list sampai di Konferensi Perubahan Iklim (Itu loh yang dilakuin para Pemimipin Negara di Denmark kemarin..). Global warming kalo dibicarakan ga akan ada habisnya karena hampir setiap permasalahan lingkungan ada kaitannya dengan Global Warming. Dari masalah sampah sampai ozon bolong kalo lebih ditelaah (disidik-sidik ceuk urang sunda mah ..) pasti ada hubungannya dengan Global Warming.</p>
<p><span style="color: #00ff00">Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak yang peduli lingkungan. Contohnya ya Perlombaan Mading Online yang diprakarsai oleh C3 ini. Tapi, kesadaran orang-orang di dunia ini masih sangat rendah dalam hal ini.</span></p>
<p><span style="color: #00ccff">Global Warming tentu saja berkaitan dengan istilah seperti Climate Change, GO Green, Paperless, dll yang gitu-gitu juga. Tapi bisa kita liat intinya semua istilah itu adalah mengajak dan menyadarkan kita akan pentingnya melestarikan lingkungan. Nah misi itulah yang justru sangat sulit diwujudkan.</span></p>
<p><span style="color: #cc99ff">Seandainya orang-orang di seluruh dunia sadar betapa berbahayanya Global Warming dan pentingnya melestarikan lingkungan pasti ga akan ada bencana-bencana yang merugikan umat manusia seperti ini..</span></p>
<p>Coba deh baca kutipan dari <a title="wikipedia" href="id.wikipedia.org">Wikipedia</a> berikut ini..</p>
<p style="padding-left: 30px">Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °<a title="Celsius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius">C</a> (1.33 ± 0.32 °<a title="Fahrenheit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit">F</a>) selama seratus tahun terakhir. <em><a title="Intergovernmental Panel on Climate Change" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change">Intergovernmental Panel on Climate Change</a></em> (IPCC) menyimpulkan bahwa, &#8220;sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi <a title="Gas rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca">gas-gas rumah kaca</a> akibat aktivitas manusia&#8221;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0">[1]</a></sup> melalui <a title="Efek rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca">efek rumah kaca</a>. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara <a title="G8" href="http://id.wikipedia.org/wiki/G8">G8</a>. Akan tetapi, masih terdapat beberapa <a title="Ilmuwan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmuwan">ilmuwan</a> yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.</p>
<p style="padding-left: 30px">Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0">[1]</a></sup> Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0">[1]</a></sup> Ini mencerminkan besarnya <a title="Kapasitas panas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kapasitas_panas&amp;action=edit&amp;redlink=1">kapasitas panas</a> dari lautan.</p>
<p style="padding-left: 30px">Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-1">[2]</a></sup> serta perubahan jumlah dan pola <a title="Presipitasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presipitasi">presipitasi</a>. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya <a title="Gletser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gletser">gletser</a>, dan punahnya berbagai jenis hewan.</p>
<p style="padding-left: 30px">Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi <a title="Protokol Kyoto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto">Protokol Kyoto</a>, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.</p>
<p>Nah ngeri kan&#8230;??<br />
Karena itulah ayo<span style="color: #ff0000"> <strong>STOP GLOBAL WARMING, PLEASE&#8230;!!</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://school-press.com/sman16bandung/2010/01/14/global-warming-climate-change-go-green/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
